Selamat datang di Blog PPNI Komisariat RSUP Persahabatan Jakarta. Blog ini sebagai alat komunikasi antar perawat khususnya di instansi RSUP Persahabatan Jakarta..
  • PELATIHAN VERIFIKATOR SKP

    Minggu 13 November 2016, DPD PPNI Kota Administrasi Jakarta Timur mengadakan pelatihan verikator SKP untuk men-sukseskan re registrasi STR Perawat...

  • DAFTAR PENGUSULAN STR 2015

    Berikut ini daftar nama-nama perawat RSUP Persahabatan yang mengusulkan berkas untuk penerbitan STR tahun 2015...

  • ALUR PEMBUATAN STR ONLINE

    Surat Tanda Registrasi yang disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi...

Tampilkan postingan dengan label Berita Perawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Perawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

MTKI Audiensi Dengan PPNI Bahas Permasalahan Pelayanan Anggota


Infokom DPP PPNI - Dalam memberikan pelayanan kepada anggotanya berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan permasalahan pada pelayanan terhadap anggota. DPP PPNI mendapatkan kunjungan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) untuk beraudiensi berkaitan dengan pelayanan organisasi profesi. Acara audiensi berlangsung di Graha PPNI, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia pada Jum’at (02-03-2018).

“Kita sama-sama bergerak ingin membentuk KPKI (Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia) bersama pemerintah. Pertemuan tadi, disampaikan isu-isu kedepan yang dikatakan semacam PR bersama yang harus diselesaikan, supaya nanti KPKI menjadi lebih mulus kedepannya. Jadi ada beberapa yang dibahas semacam soal STR elektronik nanti kedepannya kesitu juga. Kita ada masalah seperti STR ganda, bagaimana jadinya kalau seorang perawat juga pegang kesmas atau isu yang lainnya. Isu-isu semacam itu, yang sudah kita sampaikan Ke Menteri Kesehatan, tinggal nantinya maunya bagaimana poros yang diambil oleh ibu Menteri,” ucap Dr. Trihono, M.Sc setelah acara audiensi dengan Pengurus DPP PPNI.

Ketua MTKI Pusat ini menjelaskan proses pembutan STR yang lebih cepat namun masih ada kendala dilapangan. “Ngurus STR dulu lama, tapi sekarang mestinya tidak, karena sekarang sudah online. Kita juga menyelenggarakan One Day Service (ODS), tentu ada syaratnya. Pada setiap provinsi adanya MTKP, jadi dapat mengajukan kesana, asal jumlahnya lebih dari 1000 orang tenaga kesehatan. Namun ada dispensasi untuk daerah terpencil, seperti daerah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Barat, NTT atau daerah sulit lainnya di Indonesia dapat melaksanakan ODS, walaupun hanya 500 orang tenaga kesehatan,” tegasnya.

Trihono menjelaskan juga, cara penyelesaian terhadap pemohon STR yang lama terbitnya. “Jika adanya keterlambatan, pihak kami turun untuk mempercepat proses STR itu. Saya lihat pembuatan STR sekarang sudah baik, walaupun masih ada 1 atau 2 tertahan atau bermasalah, bagi rekan yang saat ini sedang dalam proses pengurusan STR. Nanti kita mencari permasalahannya, perlu nama dan identitas lainnya bagi pemohon untuk memproses cara penyelesaiannya. Tentunya MTKI akan mencari tahu macetnya dimana? apakah masih di MTKP (Povinsi) atau sudah dikirim tapi bermasalah ataupun masalah lainnya, perlu dicari permasalahan. Untuk saat ini keluhan pemohon STR dapat juga mengirim langsung email ke MTKI dengan identitas yang jelas, sehingga kita dapat menjawab sudah sampai dimana dokumen pemohon tersebut, untuk mencari penyelesaiannya,” terangnya.

Pada kesempatan audiensi ini pengurus MTKI yang hadir, diterima langsung Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, SKp, SH, M.Kep, Sekretaris Jenderal DPP PPNI Dr. Mustikasari, SKp, MARS beserta Pengurus DPP PPNI lainnya.

Selain membahas permasalahan organisasi profesi di PPNI juga memperhatikan perkembangan kasus perawat ZA yang terjadi di Surabaya.



Sumber: http://ppni-inna.org/



Share:

Selasa, 06 Maret 2018

DPD PPNI Jakarta Timur Fokuskan Penguatan Tata Kelola Organisasi Melalui Sistem Online


Infokom DPP PPNI - Dalam upaya memantapkan pengelolaan organisasi profesi perawat yang lebih baik dan profesional, maka DPD PPNI Kota Administrasi Jakarta Timur mengadakan Seminar & Workshop Keperawatan Tata Kelola Penguatan Organisasi di Aula Boediharto, RS Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto - Jakarta, Indonesia pada hari Minggu, 25 Februari 2018.

Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetap. Profesionalisme merupakan tuntutan bagi para pekerja yang bekerja di pekerjaan yang telah diakui sebagai profesi. Dengan tuntutan yang semakin meluas, banyak orang mengharapkan semua pekerjaan harus bertindak atau bekerja secara profesionalisme. Organisasi profesi perawatpun dapat dikelola dengan baik dan terarah menuju profesionalisme bila didukung oleh pengurus dan anggotanya.

Ns. Muzamil, S.Kep Ketua DPD PPNI Kota Administrasi Jakarta Timur berharap setelah mengadakan kegiatan seminar dan workshop ini. Melalui tema PPNI Jakarta Timur : Satu Hati, Satu Tujuan Menuju Perubahan, memberikan dampak yang positif kepada Pengurus DPD serta DPK PPNI Kota Administrasi Jakarta Timur dengan lebih memahami tata kelola organisasi profesi serta dasar-dasar kepemimpinan. Menjadikan Pengurus DPD serta DPK PPNI Kota Administrasi Jakarta Timur memahami konsep organisasi profesi PPNI, kode etik organisasi profesi PPNI, management tata kelola kesekretariatan, management keuangan, konsep Sim-K dan virtual account, sekaligus dapat pula mempraktikkan SimK dan virtual account. Tentunya dapat memberikan manfaat terbaru bagi pengurus dan anggota PPNI Se-Jakarta Timur.

Narasumber yang memberikan materi seminar & workshop diantaranya Wawan Arif Sawana, S.Kp, M.M.RS dengan materi Kepemimpinan dan Etik Organisasi PPNI, materi Peran Organisasi disampaikan Ns. Jajang Rahmat Solihin, M.Kep, Sp.Kom, materi Tata Kelola Kesekretariatan disampaikan Ns. Kristinawati, S.Kep, materi Membership dan PKB Online Virtual Account disampaikan Ns. Harmoko, S.Kep, M.H.Kes.

Peran organisasi profesi antara lain Pembina, pengembang dan pengawas terhadap mutu pendidikan keperawatan, pelayanan keperawatan, ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan, kehidupan profesi. Sedangkan fungsi organisasi profesi di bidang keperawatan antara lain Menetapkan standar pendidikan keperawatan, Mengembangkan pendidikan keperawatan berjenjang lanjut. Untuk bidang pelayanan keperawatan diantaranya menetapkan standar profesi keperawatan, memberikan izin praktik, memberikan registrasi tenaga keperawatan, menyusun dan memberlakukan kode etik keperawatan. (Ibrahim Romending)


Sumber : Infokom DPD PPNI Jakarta Timur




Share:

Rakernas HIPANI : Tingkatkan Profesionalisme Perawat Anestesi, Menuju HIPANI Hebat & Jaya



Infokom DPP PPNI - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Perawat Anestesi Iindonesia (HIPANI) telah mengadakana Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Kantor Central Java Nursing Center (CJNC) DPW PPNI Provinsi Jawa Tengah Jl. Yos Sudarso N0. 47-49 Genuk, Ungaran Kab. Semarang - Jawa Tengah pada 17-18 Februari 2018.

Tema yang diangkat dalam Rakernas ini, HIPANI menuju peningkatan Profesionalisme Perawat Anestesi Indonesia yang berkarakter dan bermartabat mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ).

DPP HIPANI merupakan bagian dari Badan Kelengkapan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sesuai amanah UU Keperawatan No. 38 Tahun 2014, AD ART PPNI serta sesuai SK DPP PPNI No. 078/DPP.PPNI/SK/K.S/XII/2016 tentang Pengesahan dan Pengakuan HIPANI sebagai Badan Kelengkapan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

”PPNI mengapresiasi Rekernas Hipani karena menjadi ajang silaturahim dan konsolidasi internal, maka ini momentum menyatukan pandangan dalam menuju visi besar Hipani. Setelah Rakernas ini, teruskan membentuk cabang-cabang di provinsi. Dengan konsolidasi terus menerus dan terbentuknya Hipani cabang disetiap provinsi akan memperkuat alat perjuangan bagi teman-teman perawat anastesi yang lebih baik dan solid karena lebih mengakar. Menurut AD/ART PPNI, Hipani sebagai badan keseminatan adalah jelas anak kandung PPNI. PPNI total mendukung perjuangan Hipani dalam rangka pengembangan dan menelurkan kompetensi-kompetensi bidang anastesi yang saat ini menjadi jelas dengan hadirnya Hipani,” ucap Maryanto saat membuka acara Rakernas Hipani di Ungaran - Jawa Tengah pada Sabtu (17/2/2018).

Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP PPNI ini mengatakan pentingnya menjaga dan menjalankan organisasi profesi. “Sejak lahirnya UU 38 Tahun 2014 tentang keperawatan, maka PPNI dan pengurus Hipani memiliki tangung jawab untuk menata organisasi dan keprofesian. Bila menjadi pengurus tidak lagi seperti dulu kala, seperti orang arisan, selesai acara sepi, tanpa ada folow up program maupun perjuangan. Tentunya sejak hadirnya UU tersebut diharapkan berjuanglah dengan maksimal, karena menjadi pengurus adalah amanah Tuhan sebagai bagian dari manusi-manusia pilihan,” tegasnya.

Berdasarkan program kerja DPP HIPANI dan sesuai amanah Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) DPP HIPANI pada tanggal 25 November 2017 di Surabaya lalu, bahwa untuk meningkatkan profesionalisme perawat anestesia, maka diselengarakannya kegiatan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) DPP Himpunan Perawat Nasional Indonesia (HIPANI) ke I di Semarang ini.

Rakernas diikuti dan dihadiri oleh perwakilan PPNI, Dewan Pertimbangan DPP PPNI, Waryono Ketua Umum DPP HIPANI, Sekertaris Umum Tajudin beserta pengurusan lain DPP HIPANI Periode 2016-2021 dan perwakilan Pengurus DPD HIPANI Se Indonesia.

Kegiatan Rakernas DPP HIPANI bertujuan untuk menyusun program kerja & meningkatkan professionalisme perawat anestesi menuju HIPANI HEBAT dan JAYA sedangkan tujuan khususnya diantaranya :

a. Menjalin Silaturrohim & Konsolidasi Nasional HIPANI meliputi DPP PPNI, Pengurus Dewan Pertimbangan, DPP HIPANI dan DPD HIPANI Se Indonesia

b. Menyusun Kebijakan & Program Kerja DPP HIPANI dan DPD HIPANI Se Indonesia baik jangka pendek atau jangka panjang

c. Menyiapkan sosialisasi dan konsolidasi HIPANI lintas sektor secara komprehensif (Kementerian Kesehatan, KARS, PERDATIN, PERSI dan lainnya)

d. Membahas issue trend perkembangan HIPANI sesuai perkembangan globalisasi. (Edit : Ibrahim Romending)


Sumber : Sekretaris Umum DPP HIPANI




Share:

Sabtu, 02 Desember 2017

PPNI TELAH KEMBALI STANDAR PROFESI PERAWAT INDONESIA




Undang-undang RI Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan mengamanatkan bahwa praktik keperawatan harus didasarkan pada kode etik, standar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional. Semua perawat baik yang praktik mandiri maupun praktik di fasilitas pelayanan kesehatan harus merujuk pada standar.

PPNI sebagai organisasi profesi Perawat, selain memperhatikan anggotanya, juga harus memastikan masyarakat menerima pelayanan dan asuhan keperawatan yang kompeten dan aman. Untuk itulah Standar Profesi Perawat perlu ditetapkan, melalui mereview kembali Standar Profesi Perawat yang telah ada untuk dirumuskan ulang. Harif Fadhillah yang juga Ketua Umum DPP PPNI manyatakan bahwa sebelumnya PPNI telah menyusun standar tersebut, mengacu pada kompetensi International Council of Nurses (ICN). 


Kegiatan yang dikemas dalam workshop tersebut, berlangsung sejak 18-19 Agustus 2017 di Hotel Dafam Jakarta tersebut, melibatkan Bidang Diklat dan Bidang Pelayanan yang mewakili Perawat seluruh Indonesia. Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, ia menyampaikan bahwa telaah terhadap standar profesi ini perlu dilakukan mengingat perubahan yang terjadi dalam lingkup global, termasuk juga kawasan regional ASEAN, dimana telah didepakati common core competences untuk perawat dalam komunitas ASEAN (RA).

Sumber: ppni-inna.org


Share:

Minggu, 27 November 2016

Apakah Benar Perawat Indonesia Paling Jagoan di ASEAN


Jakarta. Dikutip dari artikel Liputan6, Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Hendri Saparini menyoroti masalah sumber daya manusia (SDM) di Indonesia pada era pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Nasional (MEA).

Faktor tenaga kerja Indonesia dinilai masih kurang kompetitif dengan negara lain, sehingga terpaksa harus menerima upah murah.

"Kita khawatir Indonesia terancam masalah sumber daya manusia serbuan dari negara lain, padahal kita justru bisa mengancam negara lain dengan jumlah penduduk yang banyak dan bonus demografi banyak penduduk berusia produktif," jelasnya saat menghadiri Launching dan Talkshow Buku Inisiatif KAFEGAMA di LCBI, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Menurut Direktur Eksekutif CORE Indonesia ini, salah satu profesi di Indonesia yang menjadi unggulan di negara lain, yakni perawat.

"Perawat kita itu jagoan di luar negeri, karena berdasarkan penelitian, perawat kita humble, teliti, sabar. Tapi ironis tidak dibekali sertifikat keahlian, sehingga tidak bisa bergaji tinggi," dia menjelaskan.

Anggota KEIN yang lain, Sudhamek AWS ‎meminta kepada masyarakat Indonesia tidak takut dengan era MEA. Hanya saja, industri-industri unggulan nasional perlu diiringi dengan peningkatan keahlian tenaga kerja.

"Sebenarnya kita tidak perlu takut dengan MEA. Tapi perlu diantisipasi soal tenaga kerja. Skill workers Indonesia kalah kompetitif dengan negara lain, jadi pemerintah diminta untuk mengalokasikan anggaran lebih untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil ini," tutur dia.

Menurut Pendiri GarudaFood Group ini, ASEAN bukan merupakan kompetitor Indonesia. Persaingan ‎Indonesia dengan negara Asia, yakni India, China, Jepang, bahkan Amerika Serikat (AS).

"Sebab saat saya mau memasukkan produk ke Jepang bekerjasama dengan pemain minuman lokal terbesar. Tapi tetap saja kalah dengan produk lokal di sana, karena brandproduk lokal sudah tertancap kuat di benak penduduk Jepang," papar Sudhamek.

Oleh sebab itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali menyarankan ‎agar Indonesia dapat bekerja secara konsisten dan memaksimalkan sumber daya alam maupun SDM besar yang dimiliki Indonesia.

"Kita punya sumber daya alam laut, energi, pangan yang besar, tapi masalahnya kita hanya ingin bekerja parsial, jalan pintas saja. Kalau maindset kita masih ke arah sana, kita tidak akan pernah jadi yang terbaik di ASEAN," tandas Rhenald.(Fik/Nrm)



Sumber: Liputan6



Share:

Minggu, 06 November 2016

Ruang Rindu


    Menjadi perawat bisa jadi ketidaksengajaan atau keterpaksaan atau pula keinginan yang tidak seperti dalam bayang. Yakinlah itu masa lalu yang menjadi cerita dan bumbu bumbu sampai saat ini dijalani. Masih ada ketidakyakinan dalam menjalaninya meski sudah tercukupi dari profesi ini bahkan sudah melewati sampai 10 tahun.

    Sadarlah ini adalah pilihan terbaik saat ini yang dianugerahkan Alloh, apalagi tiap hari sudah berdoa supaya dinaungi kemakmuran dan keberkahan. Yups menjadi perawat di RSUP Persahabatan sebenarnya adalah kebahagiaan yang tiada tara. Sayang sering melupakannya apalagi bila membandingkan dengan tempat lain yang kelihatan lebih indah. Benar, membandingkan sesuatu yang masih kurang pada diri kita supaya bisa lebih baik seperti mereka adalah keharusan, namun bukan dengan memprotes sekadar pada saat membutuhkan pelayanannya.

    Pernah suatu kali menganggap atasan tidak adil, seenaknya sendiri mengambil kebijakan dan adakalanya marah marah mengumpat tidak jelas merasa di dholimi. Itu adalah perasaan yang masuk tanpa disadari akibat kecemasan. Cemas karena keinginannya tidak terpenuhi seperti ingin libur seenaknya, ingin kerja sesuai selera atau pendapatnya diterima bahkan sampai tingkat kecemasan kalau lingkungan kerja harus mengerti keadaannya.

    Marilah kita lihat lebih luas pada perawat yang lain baik di luar ruangan atau diluar instalasi atau yang sudah sepuh kelihatan tetap gembira meski pelaksana. Hari jumat pagi ketika ada senam, disitu bisa kita lihat betapa bahagianya mereka berangkat pagi untuk ikut senam. Sepertinya sepele tapi bisa ditanyakan tingkat kebahagiaan mereka menjadi perawat di RSUP Persahabatan. Akan sangat bahagia lagi pada mereka yang menikmati berbagai fasilitas baik langsung atau tidak langsung dan  ketenaran. Itu sebagai akibat bekerja di RSUP Persahabatan. Petugas haji bisa terlaksana selain nasib baik juga tentunya karena bekerja di RSUP Persahabatan. Bisa keluar negeri atau keluar kota bisa jadi karena kerja di RSUP Persahabatan. Bisa melanjutkan kuliah bisa jadi karena kerja di RSUP Persahabatan. Bisa kebeli mobil juga karena kerja di RSUP Persahabatan. Bisa ketemu jodoh bisa jadi karena kerja di RSUP Persahabatan. Dipercaya perbankan terutama mandiri dan BRI juga karena referensi RSUP Persahabatan. Belum kartu kredit dll.

   Kerja di IGD RSUP Persahabatan akan menjadi kebanggaan karena RS besar, ramai dan kasus yang macam macam akan lebih disegani bila dibanding puskesmas atau RS daerah diluar Jakarta. Dianggap paling terampil dan cekatan dalam mengambil keputusan dan tindakan pada kegawatan.

    Kerja di IBS RSUP Persahabatan juga suatu kebanggaan karena banyak kasus berat yang dilakukan pembedahan  dan juga sebagai tempat  belajar spesialis bedah.  Banyak fasilitas yang di RS lain belum memiliki.

    Kerja di ICU RSUP Persahabatan juga menjadi kebanggan karena yang bisa masuk kesana adalah pilihan. Setiap kali ada acara menambah ilmu dan wawasan dari area critical care hampir selalu diikutkan.

    IRIN A ada anggrek bawah atau GSB terkenal dalam mengatasi kanker paru yang masih jarang di RS luar. Bedah Thorak merawat kasus bedah thorak dan kardiovaskuler bahkan bedah neurologi juga masuk disana. Bedah kelas merawat berbagai macam disiplin bedah baik onkologi, digestif, orthopedic dll. Perinatologi dengan kasus merawat bayi lahir rendah dan dilengkapi Neonate Intensif Care Unit (NICU). Kebidanan klas  2 dan dan klas 3 menangani persalinan dan juga kasus ginekologi. Soka Atas merawat kasus infeksi paru dan rujukan dari berbagai RS. Soka bawah ada TB MDR dan flu burung yang tidak ada di  rs lain.

    IPMT selalu ramai dikunjungi baik medical chek up calon pejabat, calon pegawai, calon umroh dan haji. Medical check up pegawai internal. IRIN B, IRIN C, IRJ, Griya puspa, IPI, HD punya keunggulan yang belum penulis amati.

    Wahai para perawat RSUP Persahabatan yang jumlahnya hampir seribu saatnya bangga dan bahagia menjadi bagian dari profesi perawat. Yang posisinya diatas berikanlah bimbingan dan arahan pada yang dibawah dan beri kesempatan untuk berkembang. Supaya ada kesan tidak menyumbat atau menghalangi teman2 yang ada dibawahnya untuk bergerak maju. Janganlah mengambil semuanya meski merasa bisa karena tidak ada orang yang bisa semuanya. Untuk yang baru atau yang merasa belum menemukan keberuntungan diharap bersabar dan tetap semangat serta yakin kualitas tidak akan tertukar. Intinya bekerjasama untuk kebaikan dan juga peduli pada sesama.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah profesi perawat haruslah dihidupkan dengan adanya keselarasan bukan untuk seolah menghalagi atau mempersulit perawat itu sendiri. Aturan bahwa berorganisasi itu lebih baik daripada sendiri. Semua harus merasa memiliki dengan hak dan kewajiban yang sama. PPNI komisariat persahabatan bukan milik pengurus tapi milik semua perawat di RSUP Persahabatan. Bisa jadi kesalahan ada pada sudut pandang dan egoisme diri. Adanya PPNI,  STR , SIPP, Akreditasi, Komite semua adalah keharusan dari peradaban dunia keperawatan. (05112016)



Share:

Sabtu, 15 Oktober 2016

UNDANG-UNDANG KEPERAWATAN

Dengan mengucapkan Alhamdulillah UUD Keperawatan akhirnya disahkan. Setelah disahkan pada tanggal 25 September 2014, Naskah UU Keperawatan akhirnya di release oleh Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Kesehatan. UU Keperawatan dengan No 38 Tahun 2014 merupakan hadiah terindah perawat indonesia setelah berjuang puluhan tahun untuk mengegolkan UU Keperawatan tersebut.



untuk detail lebih lanjut mengenai content dan isi dari UU Keperawatan, silahkan dapat di download di link berikut :

Download UU Keperawatan No 38 Tahun 2014 



Sumber: PPNI


Share:

Recent Posts

Recent Posts Widget

Total PageViews

Total Visitors